Cuma Anak Bau Rempah

tiba-tiba teringat tentang perasaan 8 tahun yang lalu. tentang seseorang yang ngebuat hati gue jungkir balik selama beberapa tahun. OMG gue ulangin ya selama beberapa tahun. lebih tepatnya 4 tahun. e-m-p-a-t-t-a-h-u-n.

dia bukan seorang yang ganteng. bukan seorang yang paling pintar di sekolah. bukan juga seorang yang jago basket seperti di ftv-ftv itu. dia hanya seorang anak laki-laki berumur 13 tahun yang sering gue temui di angkot menuju sekolah ataupun rumah. dia hanya seorang anak laki-laki yang membuat pemain drum di dada gue bermain dengan riangnya. dia hanya seorang anak laki-laki yang bisa membuat senyum gue tersungging seharian setelah berpapasan walau cuma sedetik dua detik. dia hanya seorang anak laki-laki yang kurang beruntung karena di-stalker-in oleh gue. dan dia hanya seorang anak laki-laki yang membuat seorang anak perempuan berumur 13 tahun terperangkap oleh perasaannya sendiri. terperangkap akan kenyataan bahwa perasaannya tidak akan pernah tersampaikan. tidak akan pernah berbalas.

8 tahun yang lalu adalah awal buat gue untuk mengenal suatu hal yang baru. cinta. suatu hal yang ngga pernah diajarkan sebelumnya baik di tk, sd maupun smp. suatu hal yang memaksa masuk di saat yang tidak terduga. suatu hal yang untuk anak perempuan berumur 13 tahun terasa amat indah. setidaknya saat itu. saat ketika semua pahit belum dirasakan.

agak lucu aja kalo diingat-ingat. kenapa bisa ya gue suka sama seseorang hanya karena sering ketemu di angkot. sering satu angkot. hahaha. terlalu naif rasanya kalo perasaan itu disebut cinta. anak bau rempah kayak gue belum pantes sebut-sebut kata cinta bukan? namun itu kenyataannya, perasaan itu terus berkembang seiring waktu. seiring gue memupuk perasaan itu dengan memperhatikannya dari jauh. mencuri-curi pandang. mencarinya bila belum bertemu seharian. lalu tersenyum sumringah setelah melihatnya walau sekilas. aji gileeeee. selalu begitukah kita saat merasakan perasaan yang absurb itu? harus begitukah?

namun perasaan senang itu ngga berlangsung lama. setelah kejadian itu. setelah gue mendengar satu kalimat itu. setelah gue mengetahui bahwa dia menyukai gadis lain. bagai kesamber aliran listrik ribuan volt hati gue gosong. hancur hingga serpihan. rasa bahagia lenyap bagai butiran debu yang terbawa angin lalu menghilang. yang tersisa hanya tangis. menangisi perasaan bodoh yang dirasakan hanya sepihak. menangisi kekecewaan bahwa itu bukan gue. gadis itu bukan gue. menangisi bahwa ini semua harus berakhir disini.

seperti yang udah gue bilang di atas, perasaan gue ngga pernah tersampai secara nyata. gue ngga pernah mengungkapkan. gue ngga pernah mencoba centil untuk mencari nomor hapenya dan kemudian mengsms layaknya remaja-remaja sekarang. bahkan gue ngga pernah sekalipun saling berkenalan dan berbicara secara langsung hingga sekarang. hingga semua ini usai. gue cuma seorang anak perempuan cupu yang baru mengenal cinta. tapi perasaan itu tulus. perasaan itu apa adanya. perasaan itu ingin dihargai. hanya ingin dipahami dan ingin dimengerti. namun, itu semua hanya cerita 8 tahun yang lalu. salah satu memori yang ngga akan terlupakan walaupun sangat amat ingin. salah satu peristiwa yang menciptakan gue yang sekarang. salah satu proses kedewasaan.

ketika semua ini usai. ketika gue lulus smp dan masuk sma perasaan itu ngga pernah tergantikan. gue ngga pernah merasakan hal yang sama lagi. bahkan hingga sekarang. perasaan yang tersisa cuma kagum. belum pernah lagi gue merasakan hal yang sedasyat itu. setragis itu.

jujur aja kalo diingatkan kemungkinan besar perasaan gue itu masih ada hingga sekarang. hingga 8 tahun gue menyimpan ini semua. jejak-jejaknya masih jelas. tapi itu ngga perlu disesali. perasaan itu datangnya dari Allah. itulah salah satu kebahagiaan dan anugrah dari-NYA. jadi untuk kalian yang di luar sana jangan pernah takut jatuh hati apalagi patah hati. karena ketika kalian merasakannya yakinlah bahwa salah satu proses menuju kedewasaan telah terlewati. dan itu hanya akan membuatmu selalu baik-baik saja. yakinlah.

NB: saya salah satu umat muslim. saya merupakan salah satu hamba Allah yang selalu mencoba untuk taat. menjauhi larangannya. jadi pacaran bukan salah satu solusi untuk masalah ini. dan pacaran juga ngga pernah ada di kamus hidup saya. biarkan perasaan itu mengalir. biarkan itu semua sewajarnya. dan seperti itulah kisah saya. kalo kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s