Pengemasan Bahan Pangan

postingan kali ini gue mau berbagi mengenai pengemasan pangan yang selama satu semester ini udah gue pelajarin.

 

di pasaran produk pangan dikemas dengan berbagi macam jenis bahan pengemas. bahan-bahan pengemas yang biasa digunakan diantaranya adalah plastik, kertas, botol, kaleng, metalized (campuran plastik dengan alumunium foil) serta jenis bahan pengemas lainnya.

jenis bahan plastik merupakan bahan kemasan yang paling banyak digunakan untuk berbagai macam jenis produk pangan. baik cair maupun padat. baik keras ataupun lunak. hal ini disebabkan karena plastik merupakan salah satu jenis kemasan yang biaya produksinya rendah dan mudah untuk dibentuk menjadi berbagai macam bentuk. selain itu, plastik juga mudah untuk diberi desain dan label.

 

plastik sendiri terdiri dari berbagai macam jenis diantaranya adalah HDPE dan PP.

HDPE adalah High Density Poly Ethylene, jenis plastik ini memiliki sifat permeabilitas yang sangat tinggi. penggunaan  plastik HDPE ini adalah untuk mengemas sayur-mayur atau buah-buahan. sayuran dan buah-buahan merupakan bahan pangan yang masih melakukan respirasi sehingga membutuhkan kemasan yang dapat mengatur uap air selama proses respirasi tersebut. pengemasan sayur buah ini juga harus dilengkapi ventilasi atau lubang-lubang pada plastik. jumlah lubang yang baik adalah sekitar 8-10 lubang.

PP atau dapat disebut juga Poli Propilen adalah salah satu jenis kemasan yang memiliki permeabilitas paling rendah (berbanding terbalik dengan HDPE). oleh karena sifatnya ini PP sangat baik untuk mengemas bahan makanan kering seperti kerupuk, keripik, snack-snack dsbg. makanan kering memerlukan kemasan yang kedap uap air karena sifatnya yang mudah menyerap air atau higroskopis. dengan menggunakan plastik ini sifat organoleptik seperti kerenyahan pada makanan kering dapat terjaga.

 

produk pangan memiliki sifat yang berbeda-beda. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya terdapat jenis bahan pangan yang masih melakukan respirasi walaupun sudah dipetik dan ada yang bersifat higroskopis. sifat lainnya adalah jenis bahan pangan yang mengandung lemak.

bahan pangan yang mengandung lemak memiliki syarat khusus agar bahan pangan tersebut memiliki daya simpan yang lama dan kualitas yang tetap baik. kemasan untuk bahan pangan berlemak ini harus terhindar dari cahaya matahari dan oksigen. bahan pangan berlemak sangat mudah rusak akibat adanya oksidasi lemak yang disebabkan oleh cahaya matahari dan oksigen. apabila lemak teroksidasi maka akan menyebabkan ketengikan pada bahan pangan dan daya jual bahan pangan tersebut dapat menurun. untuk melindungi dari cahaya matahari, kemasan untuk bahan pangan berlemak harus menggunakan kemasan yang memiliki warna dengan panjang gelombang yang tinggi. semakin pangan suatu panjang gelombang maka energi cahaya matahari akan semakin kecil sehingga kerusakan bahan pangan berlemak juga semakin kecil.

 

sekian info yang bisa di sharing di blog ini. semoga dapat bermanfaat ^___^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s